Menu
Kamis, 24 Mei 2018
RUSADI ADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Presiden Joko Widodo mengungkapkan Indonesia memiliki modal besar menjadi pemimpin bagi negara Muslim di dunia. Salah satu modalnya memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia serta masuk dalam kelompok ekonomi G20.

“Sebagai negara Muslim terbesar di dunia dan sebagai negara demokratis ketiga terbesar di dunia, dan sebagai negara satu-satunya di Asean yang masuk ekonomi besar G20. Kita punya modal besar berbuat banyak. Kita bisa menjadi pemimpin negara-negara muslim,”ungkap Jokowi saat membuka Kongres HMI ke-30 di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (14/2).

Jokowi optimistis, Indonesia dapat membantu negara-negara lainnya yang membutuhkan. Menurut dia, Islam di Indonesia merupakan Islam moderat dan bertoleransi, serta terbuka bagi kemajuan bangsa.

“Kita punya banyak bukti. Nusantara kita kokoh bersatu.  Itu bukti bahwa Bhinekka Tinggal Ika sangat tangguh, bukti negara Muslim yang sukses berdemokrasi terbuka untuk kemajuan negeri,” katanya.

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas juga menjadi modal bangsa. Para kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pun, sambungnya, merupakan salah satu SDM yang berkualitas.

Kendati demikian, Presiden meminta agar para mahasiswa meningkatkan daya saingnya mengingat dunia yang bergerak dinamis serta perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Berbagai perkembangan teknologi itupun akan turut mengubah landscape politik dan sosial budaya. Presiden mengingatkan agar memanfaatkan berbagai perkembangan teknologi tersebut untuk kesejahteraan masyarakat.

“Perkembangan bioteknologi untuk pertanian modern yang bisa meningkatkan produksi berlipat ganda. Peluang besar tersebut harus kita manfaatkan mengurangi ketimpangan, menciptakan lapangan kerja,” jelas Presiden.

Menurut Jokowi, sebagai Negara Islam terbesar di dunia, bangsa Indonesia seharusnya mampu berbuat banyak dalam mewujudkan tatanan kehidupan dunia yang damai dan  berkeadilan. “Islam Indonesia adalah Islam yang toleran dan moderat dan yang terbuka untuk kemajuan,”kata Jokowi.

Dia menjelaskan Indonesia memiliki Pancasila sebagai idiologi pemersatu bangsa dan bhineka tunggal ika. Selain itu, Indonesia juga telah membuktikan bahwa nusantara hingga kini masih tetap kokoh bersatu dalam bingkai bhinake atunggal ika.

“Kita punya pancasila sebagai idiologi pemersatu, rumah kita bersama.  Kita juga sudah membuktikan bahwa nusantara kita kokoh bersatu bukti bahwa bineka tunggal ika sangat tangguh, bukti bahwa Negara kita sangat terbuka untuk berdemokrasi,”paparnya.

 

PERAN PERDAMAIAN

 

Di depan kader HMI, Presiden memaparkan apa saja yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia. 

Pertama, soal Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri yang terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina atas Israel. 

“Kita terus membantu perjuangan Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan. Kita ingat, kita membuka konsulat kehormatan di Ramallah. Kita juga mendorong KTT di Istanbul menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” ujar Jokowi, sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi. 

Kedua, Jokowi juga menjelaskan perhatian Pemerintah Indonesia terhadap etnis Rohingya, baik di Rakhine State, Myanmar, maupun yang mengungsi di Cox’s Bazar, Bangladesh. 

“Januari 2018, saya berkunjung ke Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan. Saya berkunjung ke Cox’s Bazar (lokasi pengungsi Rohingya). Itu kondisinya memprihatinkan. Saya adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Cox’s Bazar,” lanjut Jokowi. 

Atas konflik yang mengorbankan etnis Rohingya itu, Pemerintah Indonesia juga aktif melakukan diplomasi damai ke Pemerintah Myanmar. Ketiga, Presiden juga menceritakan saat dirinya nekat melakukan kunjungan kenegaraan ke Afghanistan. Padahal, serangkaian serangan bom melanda kota itu beberapa hari, bahkan beberapa jam sebelum Jokowi mendarat. 

Kedatangannya ke Afghanistan, kata dia, membuktikan keseriusan dan komitmen Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di sana. “Kenapa saya tetap pergi ke Kabul (Ibu Kota Afghanistan)? Karena pentingnya persaudaraan serta persatuan,” lanjut Jokowi. 

Jokowi menegaskan, konstitusi Indonesia mengamanatkan bahwa pemerintah tidak hanya berupaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga ikut mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia. 

Sementara Ketua Umum PB HMI, Mulyadi Tamsir mengatakan kongres HMI ke-30 yang dirangkaian dengan Dies Natalis ke-71 kali ini menjadi sesuatu yang sangat istimewa karena bertepatan dengan penganugerahan Lafran Pane, pendiri HMI sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

“Dies Natalis kali menjadis esuatu yang sangat istimewa bagi keluarga besar HMI karena di tahun ini pendiri HMI Lafran Pane ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,”kata Mulyadi.

Dia juga menyampaikan jika Ambon ditetapkan sebagai tuan rumah kongres HMI karena telah diamanatkan melalui Kongres sebelumnya di Pekanbaru, Riau. Dia menjelaskan, Ambon merupakan kota yang sangat menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan sehingga tidak mengherankan Ambon menjadi kota yang paling tinggi tingkat kerukunannya.

“Dahulu Ambon eprnah mengalami masalah, namun kota ini sekarang telah berubah menjadi kota yang mebawa pesan perdamaian yang kuat,”ujarnya.

Dia juga memuji demokrasi yang berlangsung di Kota Maluku, sebab masyarakat Maluku tidak lagi membawa simbol-simbol identitas, sehingga dia meminta kepada seluruh kader HMI agar dapat belajar dari Kota Ambon tidak hanya tentang kerukunan namun juga cara orang Ambon membangun demokrasi yang baik.

“Kami berterima kasih yang sangat tinggi karena Bapak Presiden mau membuka Kongres HMI di Kota Ambon,”katanya.

Pembukaan Kongres HMI di Kota Ambon sendiri ikut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assegaf. 

Sejumlah pimpinan lembaga negara juga tampak hadir, antara lain Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB