Menu
Selasa, 20 Pebruari 2018
GRAFIC KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Tiga Pasangan Calon (Paslon), siap bertanding.  Masing-masing miliki dukungan politik. Baik Parpol maupun dukungan perseorangan.  Seperti apa kekuatan mereka. Ini Pendapat Pengamat Politik Unpatti.

Masuknya pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath dengan jargon HEBAT dinilai belum banyak mempengaruhi rivalitas Petahana. Di lain pihak, kekuatan Murad Ismail-Barnabas Orno lebih banyak didukung faktor kultural dan basis massa pendukung PDIP.

Fragmentasi atau persebaran dukungan tiga paslon dipaparkan pengamat politik Johan Tehuayo kepada Kabar Timur, tadi malam. Disebutkan Tehuayo, kekuatan SANTUN masih tangguh di dua wilayah dengan pemilih terbanyak, Kota Ambon dan Maluku Tengah. 

Di Kota Ambon, SANTUN didukung oleh loyalis Partai Golkar, dan tentunya pendukung Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ambon. Meski PPP ikut dalam koalisi jumbo pengusung BAILEO, dapat dipastikan, dukungan lebih dominan ke SANTUN karena figuritas Wakil Wali Kota Syarif Hadler. Bukan karena PPP yang dipimpinnya.

Di lain pihak, basis politik PDIP karena figuritas Poli Kastanya- Sam Latuconsina di Pilwakot lalu, akan memberikan dukungan kepada pasangan BAILEO. Sementara masyarakat yang kurang berafiliasi ke Parpol akan memberikan dukungan kepada pasangan HEBAT.  

Pasangan yang melakukan pendekatan secara Individual dan berhasil lolos menjadi Peserta Pilgub Maluku, telah memiliki modal suara dalam rangka memenuhi persyaratan pencalonan KPU di jalur perseorangan. “Tiga pasangan calon ini akan menjadi rebutan tiga pasangan itu,” katanya. 

Sementara di Kabupaten Maluku Tengah, massa pendukung mantan Bupati Abdullah Tuasikal yang pernah menjadi incumben, akan memberikan kontribusi suara yang cukup signifikan. 

Apalagi proses politik yang dilakukan oleh Said assagaff dan Abdullah Tuasikal sangat efektif. Bahkan Tuasikal menjadi tim sukses Said Assagaff dan ini menunjukkan masyarakat Maluku Tengah merupakan basis Bupati Abdullah Tuasikal akan memberikan dukungan terhadap pasangan SANTUN.

Meski di wilayah ini, dukungan terhadap paslon Murad Ismail-Barnabas Orno dengan jargon BAILEO tidak bisa dianggap remeh. Massa kultural Murad Ismail, terutama Jasirah Leihitu dengan penduduk terbanyak di Kabupaten Malteng, menjadi penyeimbang kekuatan bagi SANTUN di wilayah ini.

Sedangkan untuk BAILEO di Maluku Tengah itu berdasarkan masyarakat yang masih loyal terhadap PDIP khusus untuk Jazirah Leihitu dan Salahutu. Itu adalah basis politiknya BAILEO. Jadi kecenderungan masyarakat Maluku Tengah, menurut Johan Tehuayo,  yang pertama ke SANTUN dan yang kedua kepada BAILEO. “Kita akan melihat apakah kekuatan Tuasikal akan mempengaruhi masyarakat pemilih di Maluku Tengah ataukah basis kultural yang dimiliki oleh Murad Ismail,” katanya.

Sementara etnis Seram, diakuinya akan memberikan dukungan kepada pasangan HEBAT, yang persepsi politiknya akan melihat kapasitas Abdullah Vanath selaku putera Seram.

Sedang di Kabupaten SBT, kekuatan Petahana akan bersaing ketat dengan Murad-Orno. Sebab kekuatan pendukung Abdullah Vanath akan dihadang dengan sumbangan suara yang hampir pasti lebih dominan dari Bupati Mukti Keliobas. Tapi, kata Tehuayo, itu masih tergantung seberapa kuat Mukti Keliobas mampu mempengaruhi masyarakat SBT. 

Menurut Johan Tehuayo, dukungan SANTUN di SBT masih sangat dominan. Sebab Bupati Mukti Keliobas dan Wakil Bupati Fachri Alkatiri masing-masing kader Golkar dan PKS. Kedua Parpol merupakan pengusung paslon SANTUN.

Meski begitu, di SBT, kata dia, akan terjadi fragmentasi dukungan. Disebabkan pertarungan basis politik Mukti Keliobas dan Abdullah Vanath. Menurutnya, Mukti Keliobas maupun Abdullah Vanath sama-sama merupakan figur kultural masyarakat SBT. Namun faktor kekuasaan, siapa yang jadi Bupati menjadi pertimbangan masyarakat. 

Sementara Abdullah vanath juga merupakan figur sentral dan kultural di SBT. Tapi kapasitasnya tidak lagi Bupati SBT, ini menyebabkan dukungan masyarakat tidak sebesar terhadap SANTUN.

Sementara dukungan BAILEO, di daerah ini karena faktor Siti Suruwaky yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati SBT, dan juga pernah menjabat Wakil Bupati SBT di masa kepemimpinan Abdullah Vanath.

Namun menurutnya, peningkatan dukungan kepada pasangan SANTUN lebih mungkin  terjadi karena persepsi masyarakat di Kabupaten SBT lebih melihat kepada kepemimpinan politiknya, yakni Mukti Keliobas. Bisa saja dukungan politik terhadap Abdullah vanath mengalami peningkatan signifikan dan bisa juga mengalami penurunan. Tergantung dari pertarungan pengaruh antara Mukti keliobas dan Abdullah vanath di Seram Bagian Timur. 

“Jadi dalam pandangan saya,  basis dukungan Bupati di SBT akan memberikan dukungan kepada pasangan SANTUN. Dukungan mayoritas itu pertama kepada pasangan SANTUN. Kemudian dukungan kepada pasangan HEBAT, baru yang ketiga dukungan politik kepada pasangan BAILEO,” katanya.

Untuk di Kabupaten SBB, Bupatinya dari Partai Hanura. Menurut Johan Tehuayo ini akan terlihat dalam pendekatan kekuatan politik formal, maupun pendekatan kekuasaan politik. Dan kalau dilihat dari kekuatan struktur parpol di SBB juga akan terjadi fragmentasi, sebab Golkar juga masih sangat kuat di SBB. 

Namun pengaruh PDIP juga kuat oleh karena itu kalau dilihat dari kekuatan jaringan parpol SBB lebih dominan kepada Murad Ismail-Barnabas Orno. Selain dari kekuatan parpolnya pengaruh juga akan dilihat dari kekuasaan politik yang dimiliki Bupati SBB. Olehnya itu Bupati Yasin Payapo, akan mempengaruhi dukungan terhadap BAILEO di SBB.

Tapi untuk SANTUN, kata dia, dukungan disebabkan karena proses-proses implementasi dan program-program pembangunan yang telah terlaksana. Kemudian juga ada Partai Demokrat, yang mana mantan Bupati Bob Puttileihalat akan memberikan pengaruh Partai ini untuk Assagaff. 

Jadi di SBB Ini kemungkinan mayoritas dukungan ke Murad Ismail Barnabas Orno dan nomor dua ada SANTUN. Dan yang ketiga masyarakat yang memiliki idealisme putra daerah, dan memberikan dukungan kepada pasangan HEBAT dalam hal ini adalah Abdullah vanath. 

Kalau untuk Kabupaten Buru ini kan mayoritas masyarakat itu memberikan dukungan kepada Ramli Umasugi yang juga memiliki pengaruh selaku incumben di Kabupaten Buru. 

Untuk Kabupaten Buru Selatan yang jadi pengaruh di Brussel itu adalah Bupatinya. Karena dari aspek kekuasaan politik aspek dari PDIP. PDIP dari skill sangat dominan pengaruhi mesin parpol. Ini sangat berpengaruh terhadap persepsi masyarakat di Buru Selatan.

Kalau untuk Maluku Tenggara, 3 figur yang akan bertarung juga berasal dari Maluku Tenggara. Kabupaten Maluku untuk SANTUN karena wakilnya adalah Bupati Maluku Tenggara. kemudian. Sedang kota Tual persepsi publik dipengaruhi oleh elit Golkar dan PKS, sehingga masyrakat akan memberikan dukungan dominan kepada SANTUN. “Dukungan kepada pasangan SANTUN karena pengaruh dari kekuasaan politik Walikota dan pengaruh dari jaringan partai politik lainnya,” terang Johan Tehuayo.

Untuk di Maluku Tenggara Barat fragmentasi parpol itu kan sangat kuat pada PDIP. Tapi menurutnya, adanya Bupati Fatlolon yang didukung Partai Demokrat, akan menjadi pertarungan sengit dengan SANTUN di MTB.

Sementara Kabupaten Kepulauan Aru, figur Murad Ismail-Barnabas Orno cukup kuat. Namun, figur Anderias Rentanubun juga kuat didukung kekuatan Partai Golkar dan Demokrat. Anderias pernah populer di Aru, sebagai kepala Bappeda di kabupaten itu. Sehingga dipastikan memiliki jaringan struktural di birokrasi pe-me---rintah daerah itu.(MG5/KTA)

BERITA LAINNYA

Maluku Protes Saham Blok Masela Dibagi ke NTT

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Satu Pria “Bertopeng” Ditembak Polisi

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Ada Pembiaran di Gunung Botak

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

PDIP Maluku “Pecah” Tiga Kubu

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Novum Perkara Darmo 51, Tidak Ada Markup

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB