Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Sejumlah oknum anggota TNI Angkatan Udara (AU), Lanud Pattimura Ambon, mengamuk. Mereka marah dan membongkar pintu ruangan Pemeriksaan Orang Asing (POA)  yang berada di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Kamis (22/2), sekitar pukul 11.45 WIT. 

Belum diketahui penyebab aksi bongkar paksa pintu ruangan POA yang digunakan Polsek Kawasan Bandara Pattimura dan Direktorat Intelkam Polda Maluku itu. Tindakan kasar dilakukan oleh sekitar 15 orang oknum anggota TNI, di mana 2 diantaranya adalah perwira menengah. 

Informasi yang dihimpun Kabar Timur di Bandara Pattimura mengungkapkan, aksi perusakan terhadap objek vital milik negara ini diduga dilakukan Mayor H, Kepala Oslog Lanud Pattimura, Mayor JVB, Kepala Seksi Angkutan dan Transportasi, Letda H, PA POM, dan sejumlah oknum anggota TNI AU.

Insiden tidak terpuji itu disaksikan manager operasional, Arixon dan Nengah Danu, ADM Angkasa Pura I Bandara Patimura Ambon serta warga sekitar. “Saat pembongkaran (pintu), tidak ada polisi di ruangan itu. Mereka sementara beraktivitas di ruang keberangkatan,” kata sumber Kabar Timur, kemarin.

Mendapat info pembongkaran, Aiptu Rudy Sarak, Bripka Muhammad Febryanto, dan Bripka Yunan Tapangan datang ke lokasi kejadian. Mereka melihat pintu POA didobrak menggunakan linggis.

“Saat itu Mayor berinisial H mengatakan kepada tiga anggota Polsek Bandara mengosongkan ruangan. Saat itu juga mereka meninggalkan TKP,” terang sumber yang menolak identitas disebutkan.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhammad Roem Ohoirat mengatakan, pembongkaran pintu POA oleh belasan oknum anggota TNI AU itu akibat kesalahpahaman.

“Polsek bandara tidak pernah dirusak, yang ada adalah perusakan salah satu ruangan yang selama ini digunakan oleh anggota Polri di Bandara. Kasus ini hanyalah kesalahpahaman, sedang dikomunikasikan,” kata Roem.

Kepala Penerangan Lanud Pattimura Letda Aradichi Prihandana membantah perusakan pintu POA. Kata Aradchi, ruangan yang dipakai Polsek Bandara milik Lanud Pattimura.

“Bukan perusakan, itu karena tidak ada kunci lalu didobrak. Karena terbuat dari besi jadi bunyinya kuat. Ruangan itu (POA) milik Lanud. Ini sudah dikoordinasikan antara Danlanud dan Kapolda,” kilahnya ketika dikonfirmasi terkait perusakan pintu POA. (CR1)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB