Menu
Sabtu, 26 Mei 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Gelagat ada pungli pada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Maluku makin kentara. Dugaan sementara menyebutkan, pungli dalam pembuatan buku penelitian tinjauan kelas (PTK) berkaitan oleh calo, yang bekerja untuk oknum-oknum Disdik. 

Informasi yang berhasil dihimpun calo bisa saja individu, atau rental-rental pengetikan tertentu di Kota Ambon. Mereka memiliki hubungan dengan orang dalam Disdik, yang siap memberi order.

Padahal sesuai aturan, buku PTK diwajibkan dibuat sendiri oleh para guru, terkait pengalaman belajar mengajar mereka di ruang kelas sesuai Kurikulum 2013. Buku tersebut merupakan prasyarat tiap guru yang ingin mengajukan usul kenaikan pangkat di bagian Kepegawaian Disdik Provinsi Maluku.

Tapi ternyata, oleh oknum-oknum Disdik ini jadi lahan untuk meraup rupiah dalam jumlah jutaan dari para guru yang hendak mengurus kenaikan pangkat. Mereka lalu bekerjasama dengan calo-calo di luar lingkup bagian Kepegawaian Disdik Provinsi Maluku.

Modus yang rapih ini dipakai oknum disdik agar kejahatan pungli ini tidak bocor. Jika menggunakan orang luar Disdik, pungli terhadap guru yang berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta itu sulit diketahui, termasuk orang dalam Disdik sendiri.

“Calo-calo itu kaki tangannya oknum-oknum di Dinas Pendidikan Provinsi (Maluku) sendiri. Biaya pembuatan buku PTK, nanti dibagi dengan oknum,” beber sumber Disdik Provinsi Maluku kepada Kabar Timur, Sabtu (10/3).

Calo individual bermodalkan satu unit leptop berisi file-file contoh laporan PTK yang pernah dibuat oleh guru-guru sebelumnya. Ketika guru-guru mengajukan usulan kenaikan pangkat di Disdik Provinsi Maluku, file-file tersebut didaur ulang lagi untuk guru-guru lain.

Dalam kerjasama ilegal menjurus unsur plagiat karya orang lain ini, oknum Disdik mengarahkan guru yang membutuhkan PTK instan menelpon calo dimaksud untuk ketemu dimana. Setelah ditemui, calo akan menawarkan konsep PTK yang diinginkan berdasarkan file-file contoh PTK dari guru SMA/SMK lain.

Tapi tarif antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per buku PTK, yang bisa dinegosiasi jika dianggap berat. Jika seperti itu calo tersebut akan menyampaikan ke oknum disdik, soal negosiasi sebelum disepakati.

“Lebih baik bikin (PTK) sendiri pa, jang pesan di luar itu,” ujar salah satu guru yang sedang memproses kenaikan pangkat di bagian Kepegewaian Disdik Provinsi Maluku, Jumat, pekan lalu.

Tapi guru lain menimpali, dengan mengatakan, guru-guru yang ingin membuat PTK sendiri, kerap dipersulit oknum Disdik bagian Kepegawaian. Sebagai gantinya, disarankan memesan buku PTK yang siap jadi. (KTA)

BERITA LAINNYA

Ini Jadwal Mudik Lebaran Gratis di Maluku

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dihadang, Demo HMI Sempat Ricuh

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dua Spesialis Jambret di Ambon Ditangkap

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

PDIP Malra Konsolidasi, Gelar Raker Diperluas

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB