Menu
Sabtu, 26 Mei 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,MASOHI-Masalah pendistribusian air bersih tak kunjung selesai di Kota Masohi dan sejumlah masalah lainnya di tubuh perusahaan “Pelat Merah” PDAM Maluku Tengah (Malteng), itu kian meresahkan warga di jantung ibukotya Malteng itu.

“Bila tidak dilakukan evaluasi kinerja PDAM di Kota Masohi dampaknya akan merusak kinerja Bupati Malteng Abua Tuasikal pada periode kedua yang telah membaik ini,” kata Ketua LSM Pusat Kajian Strategis dan Pengembangan Sumber Daya Maluku (PUKAT SERAM), Fachri Assyatri kepada Kabar Timur, Minggu, kemarin.

Dia mengatakan, periode kedua Bupati Abua Tuasikal sedang berbenah dan untuk perkara pihaknya apresiasi dan siap kita dukung. Hanya saja, lanjut dia, masalah air (PDAM) menyisahkan hujan komplain dari masyarakat. “Ini masalah serius yang butuh  perhatian Pak Bupati,” tegasnya. 

Ketidakbecusan kinerja PDAM dibawah komando Syukur Daud dikwatirkan, kata dia, akan menjatuh citra dan program-program pemerintah yang belakangan ini sudah berjalan apik. 

Menurut dia, nama bupati diduga dibawa-bawa untuk menakut-nakuti bawahan dengan membuat kebijakan yang ngawur.”Selain itu, indikasi penipuan/pemalsuan tahun lahir diduga dilakukan oleh oknum PNS di Dinas PU yang kini menjabat sebagai Plt. Direktur PDAM,” ungkapnya.

Dikatakan,  pembiaran dan slow respon atas kondisi itu di khawatirkan justru akan menjadi pupuk bagi suburnya antipati publik akan kinerja pemerintah. “PDAM justeru bungkam dan seolah ingin agar sorotan publik itu mengarah bupati dan Sekda yang dinilai tidak becus. Jika benar pola ini yang sedang dimainkan, sungguh ini trik cuci tangan yang luar biasa,” tegasnya menduga.

Dikatakan, air adalah kebutuhan primer, pokok, urgen, mendesak untuk dibenahi. “Karena itu untuk menata PDAM dan mengatasi persoalan air di Kota Masohi, langkah pertama adalah copot Plt. Direktur PDAM sebagai perusahan daerah agar tidak terkontaminasi dengan segala indikasi kejahatan dan kecurangan,” desaknya.

“Saya minta bupati tegas evaluasi segera PDAM dan lakukan pembenahan di tubuh PDAM. Semua orang mengeluh pelayanan air, meskipun banyak yang takut bicara karena berbagai alasan. Cukup saya mewakili mereka yang menjadi korban ketidakbecusan PDAM menyampaikan ini kepada Pemda. Kita ingin Masohi ini bagus dari berbagai segi khususnya pada sektor primer seperti kebutuhan air,” tegasnya.

Ditambahkannya, lebih dari setengah juta penduduk dan lebih dari 9 ribu PNS di Maluku Tengah, masak tidak ada 1 orang yang ahli, amanah, jujur untuk benahi PDAM Malteng ? “Bila di Kabupaten Malteng tidak ada seorang pun ahli di bidang itu, diluar Maluku kan banyak. APBD kita kan mencapai 1,700 milyar. Ini soal good will Pemda saja,” katanya.

Dikatakan, yang penting jangan sampai PDAM jadi sapi perahan atau tempat menampung permintaan nego para oknum legislator & politisi busuk menggunakan nota sakti saja. Sebab PDAM adalah perusahan daerah yang sahamnya milik rakyat, bukan perusahan pribadi,” sentilnya.

“Intinya kami mendukung langkah bupati membenahi PDAM Malteng.  Kami minta bupati membuat lelang terbuka jabatan direktur PDAM Malteng dan Syukur Daud kepala PDAM saat ini mesti dikembalikan sebagai Aparat Sipil Negera (ASN) karena PDAM butuh penyegaran,” imbau dia.(CR5/RED)

BERITA LAINNYA

Ini Jadwal Mudik Lebaran Gratis di Maluku

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dihadang, Demo HMI Sempat Ricuh

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dua Spesialis Jambret di Ambon Ditangkap

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

PDIP Malra Konsolidasi, Gelar Raker Diperluas

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB