Menu
Sabtu, 26 Mei 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,“Demi keselamatan warga di Pulau Buru, kami minta kepada aparat TNI Polri dan pemerintah agar segera menyisir peredaran mercuri dan sianida di Gunung Botak saat ini.”

Kerusakan lingkungan yang semakin parah di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru akibat penggunaan zat berbahaya berupa mercuri dan sianida perlahan mulai terlihat dan dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat di kawasan tersebut. 

Itu setelah sejumlah hewan ternak milik warga mendadak mati tak jauh dari tempat pengolahan emas di kawasan jalur A, Gunung Botak. Tercatat ada tiga ekor kerbau milik warga yang ditemukan mati dalam kondisi tidak lazim.

Tiga kerbau itu mati setelah meminum air bekas limbah sianida dari rendaman milik penambang ilegal yang ada di kawasan itu Jumat pekan lalu. Kondisi ketiga kerbau itu tampak mengeluarkan kotoran dan perutnya membengkak.

Kini warga Kabupaten Buru kembali dihebohkan dengan penemuan seekor kerbau yang ditemukan mati di di Teluk Kayeli, Minggu (11/3). Kuat dugaan kerbau itu tewas setelah terpapar sianida di kawasan Gunung Botak.

“Barusan satu lagi kerbau ditemukan mati dan hanyut ke Teluk Kayeli,”kata Abdul Saleh warga Namlea kepada Kabar Timur, Minggu malam.

Dia mengaku, kematian sejumlah ternak warga secara mendadak belakangan ini membuat warga di Namlea kini semakin takut dan khawatir. Apalagi kata dia peredaran mercuri dan sianida di Gunung Botak saat ini sangat marak terjadi dan tidak pernah diberantas oleh aparat berwenang dan pemerintah daerah.

“Jadi takut saja, mau makan daging disini juga takut, karena warga saat ini khawatir semua,”kata dia.

Kematian hewan ternak warga akibat terpapar sianida ini bukanlah kasus yang pertama di Kabupaten Buru, beberapa waktu lalu sejumlah kerbau milik warga juga mati mendadak di kawasan Gunung Botak akibat kasus yang sama.

Terkiat kasus tersebut, Ketua LSM Parlemen Jalanan Kabupaten Buru, Ruslan Soamole agar pemerintah daerah dan aparat TNI Polri agars egera menyisir peredaran sianida dan merkuri yang marak terjadi di Gunung Botak.

“Demi keselamatan warga di Pulau Buru, kami minta kepada aparat TNI Polri dan pemerintah agar segera menyisir peredaran mercuri dan sianida di Gunung Botak saat ini,”desaknya.

Dia mengungkapkan, penggunaan bahan berbahaya itu akan sangat mengancam keselamatan warga yanga da di Pulau Buru, dan hal itu sudah mulai dirasakan dampaknya saat ini, sehingga jika aparat tidak segera melakukan hal itu, maka dikhawatirkan bencana kemanusiaan akan benar-benar terjadi di Pulau Buru.

“Kasus di Minamata Jepang akan terjadi di Pulau Buru jika Negara dalam hal ini aparat TNI Polri dan pemerintah menutup mata atas berbagai kejadian yang terjadi saat ini. Dampaknya sudah diraskaan saat ini, ternak warga sudah mulai mati mendadak,”ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini warga di Namlea dan sekitarnya juga sudah tidak bernai lagi mengkonsumsi ikan tangkapan nelayan, kondisi itu kata dia menandakan kekhawatiran yang sangat serius di masyarakat.

“Harusnya masalah ini bisa diatasi, solusinya aparat harus menangkap para cukong yang setiap saat bebas memasukan sianida dan mercuri ke Pulau Buru ini, jangan lagi dibiarkan,”katanya.

Dia menjelaskansejumlah ahli dan lemabaga yang berkompoten telah menyampaikan hasil penelitiannya tentang dampak kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Botak akibat penggunaan mercuri dan sianida, sehingga tidak ada alasan lagi bagi aparat dan pemerintah untuk tidak menindak pihak-pihak yangs elama ini bermain di Gunung Botak.

“Karena taruhannya itu nyawa manusia di Pulau Buru, jika ini tidaks egera ditangani akan ada musibah kemanusiaan di masa mendatang, dan untuk jangka pendek nelayan yang tidak bisa lagi menjual ikannya, petani yang tidak bisa lagi menjual hasil kebunnya akan marah dan ini berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat,”ungkapnya.

Dia mengaku sejumlah hewan ternak milik warga yang mati  secara mendadak dalam beberapa hari terakhir ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah bahwa ancaman terhadap keselamatan warga di Pulau Buru sudah sangat nyata saat ini.

“Mereka mengambil untuk dan warga kena imbasnya, kejahatan ini harus dibasmi dan lingkungan serta masyarakat Buru harus diselamatkan. Kami ingin tegaskan kita akan memobiliasai masyarakat untuk melakukan perlawanan jika masalah di Gunung Botak ini tidak segera diselesaikan,”ancamnya 

(MG6)

 

BERITA LAINNYA

Ini Jadwal Mudik Lebaran Gratis di Maluku

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dihadang, Demo HMI Sempat Ricuh

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dua Spesialis Jambret di Ambon Ditangkap

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

PDIP Malra Konsolidasi, Gelar Raker Diperluas

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB