Menu
Sabtu, 26 Mei 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Akademisi FISIP Unpatti Ambon Johan Tehuayo menilai dengan koalisi jumbonya, paslon Murad Ismail-Barnabas Orno seharusnya menang Pilkada Maluku 2018. Tapi tim sukses paslon dengan tagline BAILEO ini diingatkan, mengefektifkan kelompok relawan yang ada, untuk mengantisipasi kinerja Parpol yang di bawah harapan.

“Tim-tim relawan yang katanya bergerak di bawah tanah itu memang harus begitu. Untuk menang Pilkada tim informal harus dimaksimalkan,” tandas Tehuayo dihubungi Kabar Timur, Senin kemarin, melalui telepon seluler.

Informasi yang berhasil dihimpun, tim BAILEO kabarnya tak berharap banyak pada koalisi 9 Parpol pengusung dan pendukungnya. Pengalaman Pilkada Kota Ambon lalu, koalisi yang dimotori PDIP harus mengakui ketangguhan Partai Golkar.

Pasangan yang diusung PDIP Poli Kastanya-Sam Latuconsina gagal meraih dukungan signifikan di Kota Ambon yang juga menjadi basis politik PDIP. “Memang ada elit-elit Parpol yang bermain untuk paslon lain. Tapi PDIP sepertinya hal itu sulit, karena elit seperti itu pasti diberi sanksi tegas,” kata Johan soal kemungkinan elit PDIP yang tak bekerja sungguh-sungguh untuk BAILEO.

Alih-alih menilai ada kucing dalam karung di koalisi jumbo pengusung BAILEO, Johan menyatakan, elit yang bermain untuk paslon lain, bakal mendapat sanksi moril dari basis pemilihnya sendiri. Konstituen tidak akan mempercayai elit Parpol yang bersangkutan, akibatnya dia tak akan dipilih lagi.

“Itu yang akan terjadi, kalau ada elit Parpol yang tidak mengamankan keputusan Partai untuk paslon yang diusung. Karena Pilkada juga terkait kepentingan Pemilihan Legislatif 2019,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, tim sukses BAILEO akhirnya mengandalkan kelompok-kelompok relawan yang dinilai lebih punya militansi ketimbang Parpol pengusung. Tim-tim relawan ini cukup terstruktur dan massiv. Bekerja secara underground dan cukup profesional mendekati segmen-segmen pemilih dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Jejaring politik yang dibangun petahana Said Assagaff sejak periode pemerintahan lalu diakui massif, sehingga BAILEO patut melakukan terobosan lain. Yakni bergerilya, mencari dukungan publik melalui berbagai pendekatan cerdas.

Tapi paslon Murad Ismail-Barnabas Orno menepis. Melalui juru bicara keduanya, Azis Tuny, kalau pun ada, sinyalemen semacam itu adalah hal yang wajar. “Biasalah, di momen-momen Pilkada semacam ini, selalu ada saja opini-opini dibangun pihak lawan. Jadi kita klarifikasi, bahwa itu tidak benar,” kata Azis melalui telepon seluler.

Faktanya, masih Azis, mesin-mesin Parpol pengusung tengah intens bergerak untuk mensosialisasikan program dan visi misi pasangan BAILEO di basis-basis politik setiap Parpol pengusung.

Terkait relawan yang bekerja untuk BAILEO, Azis Tuny tak menampik. Kelompok relawan yang terbentuk muncul dengan inisiatif mereka sendiri. “Ada relawan alumni SMA dimana Pa Murad maupun Pa Barnabas pernah bersekolah, ada juga relawan rakyat yang ingin mewujudkan kepemimpinan yang baru di Maluku,” ungkap Azis. (KTA)

 

BERITA LAINNYA

Ini Jadwal Mudik Lebaran Gratis di Maluku

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dihadang, Demo HMI Sempat Ricuh

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dua Spesialis Jambret di Ambon Ditangkap

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

PDIP Malra Konsolidasi, Gelar Raker Diperluas

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB