Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Puluhan sopir angkutan kota (angkot) jurusan Poka menggelar aksi mogok di perempatan jalan kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (13/3). Mereka kecewa lantaran petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon telah angkat kaki dari pos penjagaan di kawasan tersebut. 

Hengkangnya Dishub dari pos penjagaan tanggal 11 Maret 2018 lalu, menyebabkan angkot jurusan Hatu, Laha dan Hatiwe Besar, seenaknya mengangkut penumpang mereka dan melintasi JMP. Alhasil, pendapatan para sopir angkot Poka Perumnas, Poka Rumah Tiga dan Wayame, turun drastis.

Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP. Sutrisno Hady Santoso mengatakan, aksi yang berlangsung kemarin berjalan aman dan tidak anarkis, meski terjadi penghadangan terhadap sejumlah angkot jurusan Hatu, Laha dan Hatiwe Besar yang hendak melintas JMP.

“Kalau menurut keterangan dari Ketua Jalur (Dani Van Room), aksi itu dilakukan karena angkot Hatu, Laha dan Hatiwe Besar bebas melintas JMP. Mereka bebas karena petugas Dishub sudah tidak lagi berjaga di Pos Keamanan sejak tanggal 11 Maret lalu,” kata Kapolres, kemarin.

Menurut mereka, pihak Dishub diduga tidak mampu menghadapi ulah sopir jurusan Hatu, Laha maupun Hatiwe Besar. Sebab, meski telah dilarang berulang kali, para sopir nakal itu masih saja menyelip dan melewati JMP Poka menuju pusat Kota Ambon. 

Bahkan, para sopir sempat terlibat adu mulut hingga salah seorang petugas Dsihub yang berjaga di Pos tersebut, nyaris ditabrak sopir nakal itu. Padahal, antara sopir di kedua pihak telah memiliki kesepakatan yang terjadi beberapa waktu lalu agar tidak melintas kawasan tersebut.

“Aksi para sopir Hatu, Laha dan Hatiwe Besar ini menurut para pengunjuk rasa sangat merugikan mereka. Sebab, pendapatan mereka menjadi turun. Karena penumpang speed boat Kota Jawa-Mardika, Wayame-Mardika, begitu juga sebaliknya menjadi berkurang karena penumpang telah naik dari Mardika,” ujarnya.

Dikatakan, aksi mogok dan penghadangan berjalan aman dan tertib setelah sejumlah personil dari Polsek Teluk Ambon tiba dan berkoordinasi dengan puluhan sopir melalui Ketua Jalur. Para sopir diminta untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas dan kelancaran arus lalu lintas.

“Tadi sudah ada kesepakatan bersama antara Dishub dengan para sopir bahwa untuk hari ini jalur bisa dilewati hingga besok. Dan mulai besok pihak perhubungan akan menempatkan anggotanya kembali di perempatan JMP Poka untuk memantau jalur mobil angkot yang melewati JMP Poka,” ujarnya.

Kapolres berharap, pihak Dishub dapat bertindak tegas terhadap para sopir yang membandel dan telah melanggar kesepakatan bersama, sehingga peristiwa itu tidak terulang kembali. 

“Diharapkan dengan adanya kejadian tersebut bisa lebih ditertibkan lagi jalur-jalur angkutan Kota yang ada di Ambon. Dan perlu di antisipasi adanya tindakan main hakim sendiri oleh sopir-sopir yang berada di wilayah tersebut,” pintanya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB