Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
RUSADI ADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Badan Nasional Percarian dan Pertolongan (BNPP) menyerahkan empat bantuan kapal untuk wilayah Indonesia timur.

Keempat kapal tersebut diperuntukkan untuk mendukung tugas-tugas BNPP/Basarnas, khususnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Biak, Manokwari dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai.

BNPP Ambon menerima bantuan satu Kapal Negara Bharata 242 untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan. Tiga Kapal Negara (KN) lainnya adalah KN Ramawijaya, KN SAR Wibisana dan KN SAR Kumbakarna.

Kapal bantuan diserahkan oleh Kepala BNPP Marsekal Madya TNI M. Syaugi di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Selasa (13/3).

Syaugi menyatakan berbagai upaya telah dilakukan termasuk di dalamnya adalah peningkatan kuantitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan pencarian dan pertolongan guna meningkatkan kinerja.

“Kegiatan pencarian pertolongan merupakan peningkatann nilai bangsa di mata dunia internasional, jika pencarian dan pertolongan dilakukan dengan cepat dan benar serta didukung sarana dan prasarana yang memadai, maka tidak ada kekhawatiran negara untuk melintasi perairan Indonesia dan intinya memberikan dampak positif secara ekonomi bagi bangsa dan negara,” katanya.

Indonesia merupakan negara maritim dengan dua pertiga luas merupakan lautan atau lebih besar dari daratan.

Hal itu terlihat dengan garis pantai kurang lebih 81 ribu kilometer sehingga Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia.

Kondisi geografis tersebut juga menjadi salah satu dasar BNPP melengkapi alat utama SAR di laut untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia dan internasional melakukan pelayaran di wilayah perairan Indonesia.

“Saya berharap dengan bertambahnya alat utama SAR laut dapat menambah kualitas pencarian dan pertolongan dalam operasi SAR, khususnya penanganan kecelakaan laut di wilayah kantor SAR Ambon,” tandasnya.

Kepala Kantor Basarnas Ambon Hendra Oktri menyatakan empat kapal berwarna putih orange masing-masing memiliki panjang 40 meter, terbuat dari bahan aluminium serta mempunyai kecepatan sampai dengan 30 knots perjam.

“Kapal tersebut memiliki kelebihan bergerak dengan cepat, mampu bermanuver yang tinggi, olah gerak kapal yang baik, serta memiliki stabilitas kapal yang dinamis. Dari sisi pemeliharaan, kapal 40 meter berbahan aluminium juga relatif lebih mudah dan ekonomis karena sifat bahannya yang antikorosi,” ujarnya.

Fasilitas KN SAR Bharata yakni kapal kelas dua dengan panjang 40 meter, lebar 7,8 meter memiliki tiga mesin penggerak, kecepatan maksimal kapal mencapai 30 knot dan mampu mengangkut 50 orang.

Kapal itu juga memiliki keunggulan lainnya adalah dapat mengetahui kapal yang berada di sekitar dan dengan data detil nama kapal serta pemilik, bahkan memiliki kemampuan deteksi permukaan dan dilengkapi “forward infra red” untuk mempermudah pencarian malam hari.

“Kemampuan deteksi ini mencapai kedalaman 30 meter dari pemrukaan laut. Penyelamatan kapal ini juga memiliki alat untuk mendeteksi korban dengan jarak hingga lima mil dari laut, serta dilengkapai alat telekomunikasi yang canggih dan tersambung langsung dengan satelit dan radar serta GPS untuk menetukan lokasi ka-pal secara tepat,” katanya. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB