Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) saat ini masih memanfaatkan waktu kampanye untuk mencari simpati dan dukungan masyarakat dalam menghadapi Pilkada Maluku Juni mendatang.

Saat ini pasangan yang diusung oleh 9 partai politik itu masih terus bergeriliya di Kabupaten Buru. Selama berada di daerah penghasil emas itu, pasangan ini tak lupa mendatangi  masyarakat mulai dari petani hingga nelayan.

Ketua Tim Pemenangan pasangan Baileo, Karel Albert Ralahalu mengatakan pasangan Baileo saat ini gencar melakukan kampanye dan sosialisasi sambil menyapa masyarakat hingga ke pelosok Maluku agar dpaat menarik simpati sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat.

“Baeleo sekarang lagi All out menyapa masyarakat Maluku dan saat ini kita sudah selesai saat ini sisa dua daerah lagi yakni MTB dan MBD dan mudah-mudahan dalam waktu singkat ini sudah bisa segera selesai,”kata Ralahalu kepada waratwan seusai menghadiri acara pelantikan pengurus DPW Komando Perindo Maluku di Gedung Wanita Ambon, Rabu (14/3).

Dia mengaku saat ini simpati masyarakat kepada pasangan Baileo terus bertambah dan itu akan menjadi modal kuat bagi pasangan tersebut dapat emmenangkan pertarungan di Pilkada Maluku. Mantan Gubernur Maluku dua periode ini sangat optimis pasangan Baileo akan tampil sebagai pemenang dalam Pilkada nanti.

“Kita menang, kita akan menang karena apa kita didukung dengan koalisi yang sangat besar,”kata dia.

Untuk memenangkan Pilkada Maluku, dia meminta kepada seluruh koalisi partai polisit dan juga tim relawan untuk dapat membentuk simpul yang rapih hingga ke TPS dan harus bekerja keras untuk mengamankan suara Baileo.

“Partai koalisi akan bekerja memenangkan pasangan Baileo hingga ke tingkat akar rumput sampai pengamanan TPS-TPS, dengan kerja yang terstruktur dengan kerja politik yang baik saya yakin Baileo akan memenangkan Pilkada,”katanya.

Disunggung soal adanya wacana yang beredar jika pasangan Baileo menang maka pusat pemerintahan akan dipindahkan ke Pulau Seram, Karel mengaku bahwa hal itu bukanlah wacana namun sedang menjadi pekerjaan besar bagi pasangan Baileo.

“Ini bukan strategi lagi tapi ini merupakan satu pekerjaan besar bagi Baileo,”katanya.

Dia menyebut upaya memindahkan pusat pemerintahan dari Kota Ambon ke Makariki, Masohi merupakans ebuah kebutuhan saat ini, sebab Kota Ambon saat ini sudah terlalu padat dan tidak layak lagi dijadikans ebagai pusat pemerintahan.

“Kota Ambon ini 10 tahun yang akan datang sudah tidak layak lagi sebagai ibu kota provinsi, penduduk semakin hari semakin bertambah, lahan semakin terbatas, perkembangan kota yang sangat luar biasa sehingga ini kalau tidak diantisipasi kedepan maka kota Ambon akan mengalami masalah,”ungkapnya.

Dia mengaku pasangan Baileo sengaja mengambil langkah strategis untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Ambon ke Pulau Seram, karena Ambon kedepan harus dijadikans ebagai kota jasa, pusat pendidikan dan perdagangan. Ambon kata dia sudah tidak layak lagi sebagai pusat pemerintahan.

“Ya kalau kita tidak mengambil langkah strategis maka kita akan tertinggal nanti dengan daerah lain dan kita harapkan nanti dengan pemindahan ibu kota ini pulau seram yang begitu besar dengan SDA yang sangat melimpah dapat terbangun dan terdistribusi bagi seluruh masyarakat Maluku,”paparnya. (MG6)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB