Menu
Kamis, 24 Mei 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Partai Hanura di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), terang-terangan kerja politik Pilkada Maluku bertolak belakang dengan rekomendasi DPP. Benarkah?

DPP Partai Hanura merekomendasi  pasangan calon Kepala daerah Maluku, Murad Ismail-Barnabas  dengan jargon “BAILEO,” kendati dilapangan kader Partai Hanura di SBB dan MBD  mbalelo dan bermain untuk pasangan lain.

Padahal rekomendasi resmi DPP Partai Hanura itu, turun sejak partai besutan Wiranto itu, belum ada dualisme. Di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) misalnya. Ketua DPD Hanura kubu Yasin Payapo diduga tidak mendukung pasangan “BAILEO.”

Indikatornya, dalam beberapa kesempatan, Payapo selalu menyampaikan keunggulan incumbent Said Assagaff kepada masyarakat. Bahkan menurut Payapo kemajuan SBB tidak lepas dari buah tangan Assagaff.

Sejak awal Yasin Payapo mendukung pasangan Said Assagaff-Andreas Rentanubun “SANTUN.” Yasin berbeda dengan wakilnya, Nus Akerina dari Partai Nasdem, di lapangan  loyal terhadap keputusan partai dan bekerja menangkan  “BAILEO.”

Dukungan Yasin Payapo kepada  “SANTUN” sejak awal, sudah tampak.  Nama dan gambar Yasin Payapo sudah terpampang pada baliho bertemakan kawan-kawan Assagaff bersama beberapa kepala daerah aktif lainnya di Maluku,  seperti: Bupati Buru Ramly Umasugi,  Bupati SBT Mukti Keliobas, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mantan Bupati Maluku Tangah, Abdullah Tuasikal.

Meskipun setelah menjabat sebagai Ketua DPD Hanura Maluku Payapo dan masih dilawan Ayu HIndun Hasanussy, Ketua DPD Hanura yang lama, Payapo belum memperlihatkan keberpihakannya kepada pasangan “BAILEO.”

Ia memang sempat mengeluarkan statemen bahwa dirinya mendukung “BAILEO”, tetapi fakta di lapangan lain. Karena sikapnya ini, banyak kalangan yang memprediksi “SANTUN” bakal menang di SBB.

Selain di SBB, yang lebih tragis, Bupati Maluku Barat Daya (MBD) non aktif Barnabas Orno, wakil dari calon gubernur Murad Ismail, justru dilawan habis-habisan oleh kader-kader Hanura di kabupaten asalnya itu.

Informasi yang berhasil diperoleh koran ini menyebutkan, gerakan perlawanan terhadap Orno di negerinya sendiri dikomandoi oleh salah satu pemimpin Partai Hanura di kabupaten itu berinisial SMM.

SMM memang lawan bebuyutan dari Orno. Dua kali SMM ikut pilkada di daerah itu dan dua kali pula ia kalah. Pada pilkada mula-mula di MBD, mantan Kepala  BKD MBD itu maju sebagai wakil bupati. Saat itu, aturan belum menegaskan PNS harus mundur jika ikut pilkada.

Pada Pilkada tahun 2010 itu, Orno dan pasangannya Johanis Letelay keluar sebagai pemenang di putaran kedua dan dalam praktek pemerintahan, SMM didiskreditkan oleh Orno dalam kapasitas sebagai kepala daerah. SMM bahkan ditempatkan sebagai pegawai rendahan di tingkat kecamatan.

Maju di pilkada kedua di kabupaten bertajuk Kalwedo itu, SMM menggandeng salah satu putra Leti Moa Lakor sebagai wakilnya. SMM resmi mundur dari PNS dan dia kembali kalah dalam pertarungan. Lagi-lagi, Orno dengan wakilnya Benjamin Th Noach keluar sebagai pemenang.

SMM sempat menggugat ke Mahkamah Konstitusi, namun kembali kalah. Ia kini berprofesi sebagai pendeta dan inspirator bagi masyarakat di bumi Kalwedo itu. Ia memang dikenal sebagai figur yang cerdas dan memiliki motifasi kuat.

Diduga, dendam kesumat inilah yang menyebabkan, kendati SMM adalah salah pimpinan Partai Hanura di MBD yang mengusung  pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno tetapi dia mbalelo di lapangan.

Permainan SMM melawan Orno sudah bukan rahasia lagi di MBD. Pada beberapa postingan di group facebook MBD, warga setempat sudah terang-terang menyebutkan SMM berpihak kepada calon independen Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT). Ada warga yang mengklaim, HEBAT akan menang di basis SMM di wilayah Kepulauan Selatan Daya MBD.

Sayangnya, terkait benar tidaknya keberpihakan pemuka Partai Hanura kepada kandidat lain di SBB dan MBD, hingga berita ini diturunkan, dua pimpinan Hanura di tingkat Provinsi Maluku yang hingga kini masih bersiteru itu enggan memberikan klarifikasinya. (KT)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB