Menu
Kamis, 24 Mei 2018
ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,AMBON – Rumah tangga Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Mansur Tuharea, diambang kehancuran.
Kegemarannya menjalin asmara terlarang dengan wanita idaman lain (WIL), kabarnya bukan hanya sekali. Tipikal “playboy” membuat Ros, istrinya nekat memilih berpisah dengan pria yang dicintainya itu.

Puncaknya, Sekda digugat cerai Ros karena munculnya orang ketiga. Seorang wanita berinisial RT alias Rani menjadi penyebab keretakan rumah tangga Mansur dan Ros yang sudah terbangun selama 25 tahun itu.

Rani merupakan Bendahara Sekretariat DPRD Kabupaten SBB. Rani yang telah bersuami dan memiliki anak ini telah menjalin cinta terlarang dengan Mansur selama tiga tahun. Kabarnya sebelum memadu kasih dengan Rani, Mansur sempat menjalin hubungan gelap dengan dua wanita. Setelah hubungan asmara kandas, Mansur berpaling ke Rani.

Ros, sang istri pernah menangkap basah Rani berduaan dengan Mansur di dalam kamar di rumah dinas Sekda. Ros bahkan pernah melabrak Rani agar menjauhi Mansur. Tapi percuma, keduanya sudah terlanjur sayang.

“Penggugat (Ros) pernah bertemu RT di kantor DPRD SBB. Tujuannya menyuruh RT memutuskan hubungan asmaranya dengan Pak Mansyur. Namun, bukan malah menghindar, RT makin mesrah. Buktinya, pada Maret 2017, Rani kedapatan berada di kamar Pak Mansyur di rumah dinas Sekda SBB,” kata penasehat hukum Ros, Abdul Sukur Kaliki, dihubungi Kabar Timur, Jumat (11/5).

Ros sudah tidak tahan dengan tingkah laku Mansur. Selain selingkuh, pejabat Pembina kepegawaian Pemkab SBB ini juga tidak menafkahi Ros lebih dari 7 bulan.
Kecewa dengan perlakuan Mansur, Ros menggugat cerai Mansyur di Kantor Pengadilan Agama Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

“Tekad istrinya (Ros) sudah bulat dan akan menggugat cerai Pak Mansyur ke Pengadilan Agama Masohi. Alasannya, karena pak Mansyur ketahuan selingkuh dan sudah tujuh bulan ini tidak memberikan nafkah layaknya seorang kepala keluarga,” kata Kaliki. Ros pernah beritikad baik untuk kembali merajut hubungan rumah tangga yang harmonis seperti sedia kala bersama Mansur. Tapi niat baik Ros yang juga PNS di Pemkab SBB itu ditolak suaminya.

“Pernah ibu Ros ingin ketemu dan membicarakan soal hubungan rumah tangga mereka. Tapi tergugat (Sekda) menolak dan mengatakan bahwa dirinya  sudah tidak lagi harmonis dengan penggugat (istrinya),” ungkap Kaliki.

Ros akan mendaftarkan gugatan pada Kamis (17/5) di Pengadilan Agama Masohi. “Tanggal 17 Mei 2018 akan kami daftarkan gugatan cerai,” ujarnya.

Setelah mendaftarkan gugatan cerai, Kaliki akan melayangkan surat ke Bupati SBB M. Yasin Payapo dan Gubernur Maluku. Surat itu melaporkan tindakan penelantaran keluarga dan dugaan perbuatan amoral (selingkuh).

Dia berharap Bupati menjatuhkan sanksi tegas terhadap Mansur, bila perlu dipecat dari jabatannya. “Kami juga akan mengajukan surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara meminta yang bersangkutan dicopot dari jabatannya,” tegas Kaliki. (CR3)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB