Menu
Kamis, 24 Mei 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Infonya seperti itu. Bocoran terkait masalah Amos ini juga kabarnya setelah La Joni “bernyanyi” di depan penyidik.

Setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Ahmad Assagaf, giliran Amos Besan diperiksa. Wakil Bupati Buru itu diperiksa soal kasus yang sama, yakni dugaan SPPD fiktif dan anggaran makan minum tahun 2015-2017.

Amos mendatangi Markas Ditreskrimsus Polda Maluku, kawasan Mangga Dua, Kota Ambon, Jumat (11/5), pukul 14.00 WIT. Berbeda dengan Sekda, Wabup datang tanpa didampingi pengacara. Puluhan pertanyaan diajukan penyidik terhadap pensiunan anggota Polri itu seputar dua kasus tersebut.  Pukul 19.00 WIT, pemeriksaan Wabup berakhir.

Dia diperiksa sebagai saksi oleh Aiptu Yosep Latuheru. Pemeriksaan Wabup untuk mengungkap uang yang mengalir ke oknum-oknum pejabat Pemkab Buru terkait kasus tersebut.
“(Wabup) Masih diperiksa, untuk cari tahu kemana uang mengalir,” kata Wakil Direskrimsus Polda Maluku, AKBP Harold Wilson Huwae, kemarin.

Kasus ini masih terus diselidiki. Sejumlah nama yang telah dikantongi akan dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. “Terhadap saksi lain juga akan diperiksa,” tandasnya.
Informasi yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan,  setahun terakhir ini Amos Besan sebagai Wakil Bupati  sekali berangkat menggunakan tujuh hingga delapan SPPD. Celakanya lagi,

Amos, kata sumber itu, dana kepala daerah kerap menyuruh anak buahnya mengambil sesuka hati, tanpa pihak ketiga.

“Infonya seperti itu. Bocoran terkait masalah Amos ini juga kabarnya setelah La Joni “bernyanyi” di depan penyidik,” ujar sumber itu.

KADIS PU MALUKU
 
Di hari yang sama, penyidik juga memeriksa Kepala Dinas PUPR Maluku, Ismail Usemahu. Usemahu diperiksa soal proyek air bersih yang diduga bermasalah di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Dia diperiksa sebagai saksi sejak pukul 14.00 WIT.

“Iya betul. Kadis PU Maluku diperiksa soal kasus air bersih di MTB,” imbuh Harold. Sebelumnya, proyek air bersih di Kabupaten MTB kembali dilaporkan bermasalah. Proyek bernilai miliaran rupiah itu belum dinikmati warga setempat. Namun, Dinas PUPR Maluku membantah proyek itu mubazir.

Proyek air bersih di daerah itu bermasalah, setelah Direktur PDAM Saumlaki, Ferri Lamerkabel memaparkan saat rapat pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab MTB bersama Bupati MTB, Petrus Fatlolon di kantor Bupati MTB, pekan kemarin. “Proyek air bersih milik PU Maluku bermasalah. Warga belum menikmatinya,’’ kata Lamerkabel.

Proyek air bersih milik Dinas PU Maluku bersumber dari APBD tahun 2017 senilai Rp 2,4 miliar. Proyek berada di Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan.

“Di sana, telah dipasang pipanisasi dan dibangun sejumlah reservoir (bak air). ‘’Sumber airnya di Wermamolin, terus dibangun pipanisasi menuju Olilit dan samping rumah dinas Wakil Bupati MTB,’’ jelasnya.

Meski telah dibangun reservoir, namun warga setempat belum menikmati air bersih karena pompa air tidak ada. “Masak, pompa airnya tidak ada. Lalu tarik air dengan apa. Memang ada pakai gratifikasi, tapi hanya melayani beberapa kepala keluarga saja,’’ tanya dia.

Dia berharap, PU Maluku segera melakukan pengadaan mesin pompa agar menarik air untuk didistribusikan kepada warga. “Sampai saat ini pompa air tidak ada. Kalau sampai habis tahun ini pompa tidak ada maka proyek itu mubazir. Apakah proyek ini sudah melalui perencanaan atau tidak,’’ heran dia.

Terpisah, PPK Wilayah II Pengembangan Sistim Penyediaan Air Minum, Dinas PUPR Maluku Alexander Lopulalan menegaskan, pihaknya telah membangun pipanisasi dan reservoir di daerah itu. “Memang kita bangun pompa dan sambungan pipa, Pemda MTB sambungan rumah. Pompa berfungsi mendorong air dari reservoir ke rumah-rumah warga,’’ jelasnya.

Tetapi hingga saat ini pihaknya belum memasang pompa di proyek air bersih tersebut. Ini karena pompa air di Kapal Tol Laut belum menyinggahi pelabuhan Saumlaki. ‘’Permasalahannya pompa air belum tiba di lokasi. Memang 29 September 2017 pompa air itu dimuat di kapal Tol laut dari Surabaya, tapi sampai saat ini belum tiba,’’ bebernya.

Kapal Tol laut itu tak kunjung menyinggahi pelabuhan Saumlaki. Kapal hanya menyinggahi pelabuhan Dobo dan Papua. ’’Kita sudah komplain. Tapi ekspedisi beralasan kapal menyinggahi pelabuhan Saumlaki, mesti ada lobi dari Bupati setempat. Ini menjadi persoalan kami, mesinnya masih di kapal,’’ sebutnya.

Kendati begitu, pihaknya optimis, usai akhir masa anggaran, mesin pompa akan terpasang dan warga setempat menikmati air bersih. “Rencananya kapal itu singgah di Saumlaki 10 November. Kalau sudah tiba langsung dipasang karena pasangnya hanya satu hari. Jadi tidak benar kalau proyek air bersih di daerah itu mubazir,’’ pungkasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB