Menu
Kamis, 24 Mei 2018
ist

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Jelang bulan suci Ramadhan 2018, Perusahan Listrik Negara (PLN) Area Maluku telah membentuk tim pengaman sistem, guna mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik akibat gangguan-gangguan yang tidak diinginkan.

Kepala PLN Maluku Wahidin yang diwawancarai sejumlah wartawan usai melakukan rapat dengar pendapat bersama Komisi B DPRD Maluku mengatakan, pihaknya memastikan dalam bulan Ramadahan 2018 pasokan listrik untuk Maluku berjalan normal.

“Menyambut hari besar keagamaan seperti ramadhan ini, kami akan berupaya sebaik mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Maluku. Tim pengaman sistem sudah kami siapkan untuk terus menjaga kenormalan pasokan listrik,” jelasnya.

Untuk kecukupan daya listrik,  kata dia, pihaknya memiliki pasokan lebih, serta menjamin kondisi listrik akan normal dalam ramadhan. “Di Kabupaten-kabupaten juga kami sudah memiliki pasokan listrik yang mampu bertahan normal dalam sebulan selama ramadhan,” katanya.

Menyoal apa saja kerja tim pengawas sistem yang dibentuk, dia mengaku, pembentukan tersebut sebagai penunjang normalnya listrik selama Ramadhan. Sebab, para tim bertugas memantau beban listrik yang digunakan masyarakat selama bulan puasa.

“Para tim ini akan bekerja mulai dari H-1 Puasa hingga H+ 7 lebaran Idul Fitri, dan mereka dibentuk diseluruh kantor di Kabupaten/kota di Maluku guna memantau harian puncak beban listrik siang dan malam yang digunakan masyarakat selama Ramadhan,” paparnya.

Hal tersebut dilakukan, sambungnya, agar mengantisipasi kerusakan atau mengontrol cepat masalah dalam sistem jika ditemukan. “ Jika ada kerusakan, tim ini langsung secepat mungkin bergerak memperbaikinya,” jelasnya.

Dia mengaku, PLN dalam sepekan terakhir ini sering melakukan pemeliharaan terencana dengan tujuan memastikan listrik aman di Maluku. Pemeliharaan dalam bulan puasa bisa dilakukan kecuali ketika ada emergensi.

“Jadi kami terus kerja dan lakukan pemeliharaan terencana. Kalau di bulan puasa kami hanya bisa melakukan langkah perbaikan jika dalam kondisi emergensi. Sebab jika kita lakukan, maka itu akan menggangu masyarakat muslim yang sedang beribadah,”tandasnya.

Menanggapi pernyataan PLN, Wakil Ketua Komisi B DPRD Maluku, Abdulah Marasabessy berharap, agar semua presentasi yang dilakukan dapat terealisasi. “Jangan hanya bicara lalu tidak berbuat,” singkatnya.

 “Semoga apa yang disampaikan PLN bisa terealisasi kedepan. Sebab, berkaca dari tahun-tahun lalu, meskipun PLN menjelaskan listrik akan normal pada bulan puasa namun kenyataannya masih saja ada pemadaman,” tuturnya. (Mg5)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB