Menu
Kamis, 24 Mei 2018
Rusadi Adzis/KabarTimur

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Polisi mengerahkan pengawalan ketat di Ambon untuk jalannya ibadah Minggu petang di sejumlah gereja di Kota Ambon. Siaga satu juga diberlakukan oleh Polda Maluku.

Sejumlah personil Brimob dikerahkan melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap prosesi ibadah di sejumlah gereja yang dimulai pukul 17.00 WIT.Langkah pengamanan ibadah minggu petang hingga malam hari dilakukan mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan setelah teror bom di Surabaya, Minggu (13/5) pagi yang menyebabkan 11 orang meninggal dan 41 lainnya menderita luka-luka.

Gereja Imanuel, di kawasan Benteng misalnya dikawal sekitar 10 orang personil Brimob dengan senjata lengkap, sedangkan di gereja Rehoboth yang terletak di pertigaan ruas jalan Batu Gantung, dijaga beberapa orang personil polisi dan petugas lalu lintas.

Gereja Maranatha yang menjadi pusat pelayanan Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) di Jalan Pattimura, juga dijaga aparat kepolisian. Begitu juga Kathedral Santo Fransiskus Xaverius yang menjadi sentral pelayanan umat Katolik yang letaknya berhadapan dengan markas Polda Maluku, di pertigaan ruas jalan batu Meja juga dijaga puluhan personil Brimob yang bersenjata lengkap.

Penjagaan dan pengawalan terhadap prosesi ibadah sore tidak dilakukan pada semua gereja di ibu kota provinsi Maluku itu, tetapi hanya pada beberapa gereja yang berada di lokasi tertentu saja dan menjadi pusat atau sentral pelayanan dan umat yang datang beribadah sangat banyak.

Jalannya ibadah dan misa di sejumlah gedung gereja berjalan aman dan lancar, di mana para pendeta maupun pastor mengimbau umat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh degan aksi teror bom yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.

Para pimpinan umat juga mengutuk aksi kekerasan teror bom di Surabaya yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab serta meminta umat dan masyarakat untuk ikut meningkatkan kewaspadaan agar kejadian teror bom tidak terulang.

SIAGA SATU

Sementara itu, siaga atau waspada satu resmi berlaku melalui panggilan Apel Luar Biasa yang berlangsung di Lapangan Upacara Polda Maluku Letkol (Purn) CHR. Tahapari, Kota Ambon, Minggu (13/5). Apel dipimpin Wakapolda Maluku Brigadir Jenderal Polisi Hassanudin.

Rusuh di Mako Brimob Polri pada 8 Mei lalu menyebabkan enam anggota polri, satu narapidana, dan satu penusuk anggota Brimob meninggal dunia. Sedangkan empat anggota polri lainnya terluka. Sementara bom bunuh diri pada 13 Mei kemarin mengakibatkan 11 orang tewas serta 41 lainnya terluka.

“Saya nyatakan Polda Maluku saat ini siaga satu atau waspada satu,” tegas Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Andap Budhi Revianto melalui Wakapolda Maluku saat memimpin Apel Panggilan Luar Biasa kemarin.

Kapolda memerintahkan seluruh personil Polda Maluku agar selalu memonitor perkembangan, dan mengupdate informasi. Kepada seluruh pejabat utama Polda Maluku maupun seluruh pimpinan satuan agar segera melaporkan setiap terjadinya kasus menonjol pada kesempatan pertama.

Jenderal Bintang Dua itu juga memerintahkan setiap personel untuk memperketat serta mempertebal perkuatan personil penjagaan pada setiap markas komando kepolisian di seluruh wilayah Polda Maluku termasuk rumah dinas pimpinan serta asrama polisi.

“Perketat dan pertebal personil penjagaan di setiap Mako, rumah dinas maupun asrama polisi. Perkuatan personil menggunakan senjata api. Pasang barikade pada penjagaan Mako, rumah dinas, dan asrama polisi sehingga kendaraan tidak bisa terobos masuk. Catat identitas tamu masuk ke markas komando,” tegasnya.

Dalam panggilan apel luar biasa itu, Kapolda berpesan kepada seluruh personel selalu menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa. Personel juga diminta untuk senantiasa melakukan patroli dengan melibatkan kekuatan yang cukup serta dilengkapi senjata api.

Mantan Kapolda Sulawessi Tenggara ini menegaskan seluruh personel yang menjalankan tugas di lapangan agar tetap waspada dan tidak boleh menjalankan tugas secara sendirian. “Personil yang bertugas di Polsubsektor di malam hari ditarik ke Polsek hingga situasi normal,” tandasnya.

ANTISIPASI

Terpisah Petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff memandang perlu semua komponen bangsa di daerah ini mengantisipasi aksi teror. “Peledakan bom itu bisa memicu masyarakat terprovokasi karena itu harus diantisipasi sejak dini mengingat Maluku mempunyai sejarah kelam tragedi kemanusiaan yang jangan pernah terulang kembali karena merusak semua sendi - sendi kehidupan,” katanya menanggapi aksi teror bom di Surabaya, Minggu.

Said menyatakan belasungkawa yang mendalam atas aksi tidak berperi kemanusiaan dan keluarga ditinggal sabar menhadapi perbuatan tidak bercela tersebut. “Saya bersama sebanyak 1,8 juta jiwa penduduk Maluku menyatakan belasungkawa dan memprihatinkan aksi merusak tatanan kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Dia mengajak masyarakat Maluku agar mewaspadai setiap gerakan mencurigaikan dari orang - orang tidak dikenal di sekitar lingkungan dan melaporkan kepada aparat keamanan terdekat untuk mengamankan.

“Jangan ‘main hakim sendiri’ dan baiknya melaporkan kepada aparat keamanan agar bisa diungkap perbuatan bila terbukti hendak melakukan aksi teror maupun bentuk ancaman lainnya terhadap kehidupan orang basudara (saudara) di Maluku,” kata Said.

Karena itu, tingkatkan jalinan keharmonisan antarumat beragama maupun kekentalan adat Pela - Gandong sebagai warisan leluhur. “Rasanya adat istiadat Maluku yang terjalin harmonis selama ini turut mendukung Maluku berdasarkan hasil survei BPS menempati peringka kedua kebahagiaan di Indonesia sehingga perlu dimanfaatkan untuk mengantisipasi aksi teror bom,” ujarnya.

Dia menyatakan keprihatinan yang mendalam karena aksi teror bom di Surabaya terdasi saat umat Islam mempersiapkan diri menunaikan Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah. “Jadinya semua komponen bangsa di Maluku mendukung Kepolisian dan TNI memelihara stabilitas keamanan kondusif karena Maluku juga sedang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katholik Nasioal I di Ambon pada Oktober 2018,” tandas Said.(CR1/AN/KT)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB