Menu
Kamis, 24 Mei 2018
ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,PIRU - Terbongkarnya kasus per­selingkuhan Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat Mansur Tuharea hingga berujung digugat cerai istrinya, menuai ke­caman sejumlah kalangan.

Salah satunya datang dari pengurus Ikatan Pemuda Muham­madiyah (IPM) Kabupaten SBB.

“Selaku anak kandung dari negeri ini, kami mengecam ke­ras perilaku tidak terpuji ya­ng ditunjukan Sekda. Beliau itu sudah beristri. Sudah begitu be­liau pejabat publik. Tentu, ini tidak etis dan sungguh me­ma­lukan,” kecam Ketua IPM SBB, Romi Attamimi kepada Kabar Timur, Minggu (13/5).

Romi menilai, perbuatan  amo­ral Tuharea telah mencoreng nama baik birokrasi SBB. Apa­lagi Tuharea merupakan pejabat pimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah berjuluk “Saka Mese Nusa” itu.

Menurutnya, sebagai pejabat publik sekaligus pejabat pembina kepegawaian di SBB, Tuharea semestinya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, lebih khusus lagi bagi ASN di lingkup Pemda SBB. Bukan ma­lah sebaliknya, berbuat seno­noh dengan wanita lain yang telah ber­keluarga.

“Mau jadi apa daerah ini, kalau pemimpinnya berperilaku kaya gitu. Bikin rusak generasi saja,” tegas dia.

Organisasi sayap bentukan Ormas Muhammadiyah ini, mendesak Gubernur Maluku dan Bupati SBB segera mencopot Tuharea dari jabatannya sebagai Sekda SBB.

Kata Romi,  Bupati SBB M. Yasin payapo sudah sepantasnya mengusulkan Tuharea dilengserkan dari jabatannya. Alasannya, bukan saja karena terlibat kasus selingkuh telah viral di media. Tapi sepanjang menduduki jabatan Sekda SBB  selama lebih 10 tahun, Tuharea dinilai tidak becus mengurus birokrasi SBB.

Kondisi tersebut, dapat dibuktikan dengan hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Maluku. SBB selama 5 tahun terakhir, hasil audit keuangannya diganjar opini disclaimer.

Bukan saja itu, meski tidak pernah tersentuh hukum, tapi Tuharea juga pernah beberapa kali terseret dalam pusaran kasus korupsi. Diantaranya kasus pinjaman daerah di PT Bank Maluku dan kasus bantuan sosial (Bansos).

“Kami tidak mau lagi mendengar alasan ini, alasan itu. Pokoknya, beliau harus segera diganti. Beliau tidak layak lagi untuk dipertahankan. Jika tuntutan kami ini tidak segera di proses, kami akan melakukan unjukrasa di kantor Gubernur dan Bupati SBB,” ancamnya.

Diberitakan sebelumnya, rumah tangga Sekda SBB Mansur Tuharea, diambang kehancuran.

Kegemarannya menjalin asmara terlarang dengan wanita idaman lain (WIL), kabarnya bukan hanya sekali. Tipikal “playboy” membuat Ros, istrinya nekat memilih berpisah dengan pria yang dicintainya itu.

Puncaknya, Sekda digugat cerai Ros karena munculnya orang ketiga. Seorang wanita berinisial RT alias Rani menjadi penyebab keretakan rumah tangga Mansur dan Ros yang sudah terbangun selama 25 tahun itu.

Rani merupakan Bendahara Sekretariat DPRD Kabupaten SBB. Rani yang telah bersuami dan memiliki anak ini telah menjalin cinta terlarang dengan Mansur selama tiga tahun. Kabarnya sebelum memadu kasih dengan Rani, Mansur sempat menjalin hubungan gelap dengan dua wanita. Setelah hubungan asmara kandas, Mansur berpaling ke Rani.

Ros, sang istri yang telah memberinya seorang putra ini, pernah menangkap basah Rani berduaan dengan Mansur di dalam kamar di rumah dinas Sekda. Ros bahkan pernah melabrak Rani agar menjauhi Mansur. Tapi percuma, keduanya sudah terlanjur sayang.

“Penggugat (Ros) pernah bertemu RT di kantor DPRD SBB. Tujuannya menyuruh RT memutuskan hubungan asmaranya dengan Pak Mansyur. Namun, bukan malah menghindar, RT makin mesrah. Buktinya, pada Maret 2017, Rani kedapatan berada di kamar Pak Mansyur di rumah dinas Sekda SBB,” kata penasehat hukum Ros, Abdul Sukur Kaliki, dihubungi Kabar Timur, Jumat (11/5).

Ros sudah tidak tahan dengan tingkah laku Mansur. Selain selingkuh, pejabat Pembina kepegawaian Pemkab SBB ini juga tidak menafkahi Ros lebih dari 7 bulan.
Kecewa dimadu, sudah 7 bulan Ros tidak hidup seatap dengan Mansur. Wanita yang juga PNS di Pemkab SBB memilih menempati rumah kontrakan dan fokus mengurus anak semata wayangnya yang masih menempuh pendidikan tinggi di Kota Makassar.

Ros menggugat cerai Mansyur di Kantor Pengadilan Agama Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. “Tekad istrinya (Ros) sudah bulat dan akan menggugat cerai Pak Mansyur ke Pengadilan Agama Masohi. Alasannya, karena pak Mansyur ketahuan selingkuh dan sudah tujuh bulan ini tidak memberikan nafkah layaknya seorang kepala keluarga,” kata Kaliki.

Ros pernah beritikad baik untuk kembali merajut hubungan rumah tangga yang harmonis seperti sedia kala bersama Mansur. Tapi niat baik Ros itu ditolak mentan-mentah oleh suaminya.

“Pernah ibu Ros ingin ketemu dan membicarakan soal hubungan rumah tangga mereka. Tapi tergugat (Sekda) menolak dan mengatakan bahwa dirinya  sudah tidak lagi harmonis dengan penggugat (istrinya),” ungkap Kaliki.

Ros akan mendaftarkan gugatan pada Kamis (17/5) di Pengadilan Agama Masohi. “Tanggal 17 Mei 2018 akan kami daftarkan gugatan cerai,” ujarnya.

Setelah mendaftarkan gugatan cerai, Kaliki akan melayangkan surat ke Bupati SBB M. Yasin Payapo dan Gubernur Maluku. Surat itu melaporkan tindakan penelantaran keluarga dan dugaan perbuatan amoral (selingkuh).

Dia berharap Bupati menjatuhkan sanksi tegas terhadap Mansur, bila perlu dipecat dari jabatannya. “Kami juga akan mengajukan surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara meminta yang bersangkutan dicopot dari jabatannya,” tegas Kaliki. (CR3)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB