Menu
Kamis, 24 Mei 2018
Husen Toisuta/Kabar Timur

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Bula merupakan daerah penghasil minyak di Provinsi Maluku. Ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ini terdapat dua perusahan besar yang mengelola kekayaan alam tersebut. Adalah Citic Seram Energy dan Karlez Pertroleum.

Duo perusahan berbendera asing asal Cina dan Australia itu merupakan pihak ke tiga atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Daerah Papua, Maluku dan Maluku Utara.

Meski bergerak dibidang yang sama, namun peran dalam mengeksploitasi minyak mentah milik daerah berjuluk “Ita Wotu Nusa” ini berbeda. Citic beroperasi di daerah Seram Non Bula. Ia bertugas menyedot minyak dari kedalaman 600 meter ke bawah perut bumi. Sementara Karlez sebaliknya beroperasi di daerah Bula dari 600 meter ke atas permukaan bumi.

Saban hari kedua perusahan ini menghasilkan minyak dari dalam perut bumi sebanyak ribuan barel. Saat ini hasil produksi yang dicapai oleh Citic sebesar 2000 barel, sementara Karlez sebanyak 270 barel. Citic mengekspor ke Singapura 2 kali setahun. Sedangkan Karlez 3-4 kali setahun ke Palembang.

Pendapatan hasil minyak dari kedua perusahan tersebut, telah mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Citic beroperasi dari tahun 2002 dan mengekspor tahun 2003. Sementara Karlez sejak tahun 1999.

“Citic adalah perusahaan yang diberikan amanah oleh negara untuk mengelola lapangan Seram Non Bula. Disini ada Bula dan Non Bula. Kalau Bula itu Karlez sementara Citic Seram Non Bula. Dalam hal segi urusan bawah buminya. Citic mengambil minyak bumi dari 600 meret ke bawa. Karlez itu 600 meter ke atas,” kata A. Baigas, pimpinan Citic Seram Energy kepada wartawan di Bula, Jumat (11/5).

Terdapat 3 sumur minyak yang saat ini sedang dikelola Citic. Minyak yang disedot berkedalaman 3 Kilometer (KM) di bawah perut bumi. Letak sumur berada di tengah hutan. Jika ditempuh menggunakan mobil operasional jenis strada dari Kota Bula membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit atau sejauh 27 Kilometer.

Pengelolaan yang diterapkan dalam memproduksi minyak tersebut menggunakan peralatan canggih atau sistem komputerisasi. Proses kerjanya sangat saveti karena mengutamakan keselamatan pekerja maupun lingkungan hidup di daerah sekitar. Sebab, minyak yang disedot berbahaya lantaran mengandung gas beracun atau H2S.

Semua peralatan yang digunakan adalah standar Internasional. Selain mengutamakan kecanggihan, produksi minyak juga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan mumpuni. Sebab, jika lalai sedikitpun maka dapat membahayakan lingkungan hidup di sekitar.

Minyak yang disedot langsung melalui pipa-pipa khusus yang terbentang puluhan kilometer ke tempat penampungan awal hingga akhir untuk siap di ekspor. Tenaga kerja yang dipakai Citic sebanyak 90 persen merupakan anak daerah SBT. Sementara sisanya berasal dari luar Maluku seperti Jawa.

“Untuk operasi minyak dan gas tidak sederhana.  Kita berhadapan dengan material beracun, bertegangan tinggi dan panas. Makanya perlu alat-alat bagus, SDM bagus  dan terlatih. Disamping punya edukasi dan pendidikan bagus juga harus di training terus menerus. Karena sangat bahaya. Kalau dia (minyak) ketemu tanah atau rumput pasti mati. Jadi kita harus olah sedemikian rupa dalam menjalankan operasi,” ungkap Baigas.

Terdapat tiga material yang disedot yakni minyak, air dan gas. Tiga material ini kemudian dipisahkan menggunakan peralatan yang telah disediakan kemudian ditampung dalam tanki masing-masing. Setelah terjadi pemisahan, air dan gas di buang, sementara minyak diambil.

Sebelum air dibuang ke lingkungan, terlebih dahulu di sterilisasikan hingga aman dan tidak membahayakan atau mencemari lingkungan. Sementara gas dibakar bahkan dijadikan sebagai pembangkit generator yang menyalakan perusahan tersebut terus menerus. “Rencananya tanggal 26 Juni mendatang, kami akan mengekspor minyak pertama di tahun ini,” katanya.

Bukan saja mengambil hasil bumi, tapi kegiatan sosial kemasyarakatan dilakukan dalam program ASR. Kegiatan sosial yang dilakukan diantaranya dibidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup serta Fasilitas lainnya seperti perbaikan jalan yang rusak.

“Kita lakukan pengobatan gratis, sunatan massal, perbaikan jalan dan jembatan, penanaman tanaman serta aksi kemanusian lainnya. Kita pernah membiayai 3 anak daerah SBT mengambil program pendidikan S3 (Doktor) serta mengontrak asrama untuk di tempati mahasiswa SBT di Ambon,” kata Baigas.

Hal serupa juga dilakukan oleh Karlez di bidang kemanusian. Tapi bedanya dalam mengeksploitasi minyak, mereka masih menggunakan peralatan manual. Terdapat 80 sumur didalam Kota Bula. Bahkan, puluhan sumur itu bersinggungan langsung atau berdekatan dengan pemukiman masyarakat.

Dari puluhan sumur yang aktif hingga saat ini terdapat peninggalan Belanda. Dimana minyak disedot kemudian mengalir melalui pipa dan masuk ke bak penampung untuk memisahkan pasir, air dan minyak. “Kalau gas yang dihasilkan tidak berbahaya seperti Citic. Karena kami hanya di kedalaman 600 meter ke atas. Hasil yang kami dapat menurun. Saat ini perhari sebanyak 270 barel,” kata Edy Mujiono, pimpinan Karlez Pertroleum kepada wartawan di Bula, Sabtu (12/5).

Dua perusahan itu akan habis masa kontrak tahun 2019 mendatang. Apakah keduanya akan kembali diperpanjang kontrak oleh SKK Migas, belum diketahui. Tapi jika kontrak Citic diperpanjang, maka mereka akan mengelola Gas yang ditemukan di Daerah Lofin, Kabupaten Maluku Tengah.

Tapi sayang, hasil minyak melimpah tidak sebanding dengan pembangunan yang terjadi di Kota Bula khususnya dan Kabupaten SBT umumnya. Banyak fasilitas jalan rusak dan masih terdapat sejumlah wilayah yang mengalami kemiskinan bahkan terisolasi. (CR1)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB