Menu
Kamis, 24 Mei 2018
ist

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Barkah Pattimahu memancing amarah DPC PDI Perjuangan Kota Ambon. Konsultan politik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Said Assagaff-Anderias Rentanubun ini dianggap menghina partai besutan Megawati Soekarno Putri ini.

Bermula dari komentar Barkah disalah satu media lokal, Kamis (17/5), menyebut PDIP berdiri karena unsur Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tak terima, pengurus DPD PDIP Kota Ambon mempolisikan Barkah. Barkah resmi dilaporkan oleh Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC PDIP Kota Ambon Efandro Wattimury dan Wakil Ketua Bidang Maritim Elvis Saitmas Watubun, kemarin sekira pukul 14.30 WIT, di Mapolres s Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Ambon, Jefri Taihutu menilai Barkah tak paham sejarah sehingga mengeluarkan tuduhan yang menyakitkan kader dan simpatisan “banteng kekar moncong putih”.  

Dia menegaskan, PDIP memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, sangat tidak beralasan ketika PDIP disebut sebagai PKI. “Pak Barkah itu harus membaca sejarah PDIP. Perbiasakanlah amati suatu kebenaran. Jangan karena beda pilihan (pada Pilgub Maluku) lalu tunjukan pendidikan politik yang tidak bagus dengan mengatakan PDIP punya unsur PKI,” tegas Taihutu di Kantor DPC PDI Kota Ambon, kemarin.

Dia mengatakan partai yang mendeklarasi fusi untuk pendirian PDIP adalah Partai Nasionalis Indonesia, Parkindo, Partai Murba dan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). “Inilah partai-partai yang mendeklarasi fusi untuk pendirian PDIP. Bukan seperti yang Barkah Pattimahu katakana, yakni PKI,” kecam dia.

Sebagai konsultan politik, mestinya Barkah mempopulerkaan SANTUN yang didukungnya dengan kelebihan-kelebihan yang ada pada pasangan itu. Bukan mencederai politik dengan menjatuhkan parpol pendukung satu pasangan.

“Kalau seperti ini sungguh tidak elok. Mari kita populerkan kelebihan pasangan yang kita dukung dengan cara yang baik dan bijak. Bukan malah seperti pernyataan Pak Barkah Pattimahu,” sindir Taihutu.

Politik harus digunakan sebagai momentum pendidikan. Sebab, cara itulah yang akan menjadikan demokrasi lebih baik ke depan. “Kalau politik seperti ini, sama saja kita ajarkan masyarakat untuk saling membenci. Mari gunakan politik sebagai momentum edukasi sehingga masyarakat punya referensi yang tepat untuk memilih calon gubernur,” ajak anggota DPRD Kota Ambon itu.

Kasus pencemaran nama baik oleh Barkah telah dilaporkan ke polisi dan akan dikawal. Barkah harus mendapatkan hukuman setimpal sehingga ada efek jera buah dari pernyataannya yang menghina PDIP.

“Kami sudah koordinasikan masalah ini dengan Ketua DPD PDIP Maluku, Pak Edwin Huwae. Kami mau Pattimahu mendapatkan hukuman sehingga ada efek jera. Jangan karena satu dan lain hal lalu kucilkan nama besar partai kami,” kata Taihutu. (MG3)

BERITA LAINNYA

Korupsi Speedboat BPJN, PPK Diperiksa Jaksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Dukung Adam Rahayaan Satu Kades “Korban”

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Sekda SBB Dicecar 33 Pertanyaan

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Pekan Depan Wali Kota Dipriksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

19 Rumah Dieksekusi Paksa

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB

Cekcok, Suami Bacok Istri

Kamis, 24 Mei 2018, 00:00 WIB