Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Direktur Pemasaran Bank Maluku Aleta da Costa kembali berulah. Gara-gara ATM pejabat bank yang satu ini digarap orang tak dikenal, dana milik bank jadi korban.

Setelah kasus dugaan pemalsuan tanggal lahir, Aleta kembali dilaporkan oleh Serikat Pekerja (SP) bank pelat merah itu. Kali ini bukan karena kasus tanggal lahir, namun terkait jebolnya dana bank senilai Rp 80 juta melalui “ATM Skimming.”

Ironisnya Aleta yang sebelumnya menyangkal lahir tanggal 24 Juli 1959 dan hanya mengaku 1 April 1960 sebagai tanggal lahir yang sebenarnya, malah memakai 24 Juli dalam core banking ATM miliknya itu.

Konon ketika berada di luar daerah, ATM milik Aletta dijebol orang tak bertanggungjawab. Setelah kembali bukannya melapor ke pihak berwajib, datang-datang dia memerintahkan Divisi Treasury Bank Maluku memproses penggantian uang tersebut.

Bak “dihipnotis” pihak berwenang pada divisi tersebut, ikut saja perintah Aleta da Costa. Tanpa babibu, uang cair dan masuk kembali ke rekening pejabat bank yang diberi gelar “Kartini” itu oleh staf Bank Maluku.

“Kami sudah lapor ibu Aleta di OJK dan Bank Indonesia. Ini pelanggaran prosedur. Ibu Aleta paksa internal bank ganti uang Rp 80 juta yang dijebol itu,” terang Kuasa Hukum SP PT Bank Maluku-Malut Maurits Latumeten kepada Kabar Timur, Sabtu (26/5).

Menurut Maurits, saat merasa ATM dijebol melalui ATM Skimming, Aleta melapor dulu ke Polisi sesuai prosedur perbankan manapun. Tapi itu tidak ditempuh, dia langsung memerintahkan internal bank melakukan penggantian secara sepihak.

“Yang bersangkutan bikin bank Maluku macam dia punya saja. Padahal bank ini milik publik Maluku. Pejabat itu digaji dan dibayar dari uang masyarakat,” ketus Maurits.
Sebelumnya Aleta da Costa pernah dilapor SP. Akibat yang bersangkutan disinyalir memiliki tiga tanggal lahir yang berbeda.

Berdasarkan surat keterangan (Suket) yang dikeluarkan Disdukcapil Kota Ambon, data lahir Aleta tertanggal 24 Juli 1959 bukan tanggal lahir yang sebenarnya. Yang diakui oleh Disdukcapil adalah 1 April 1960.

Meski satu saja diakui, Suket dari Kadisdukcapil Kota Ambon itu juga mengungkap adanya dua KTP milik Aleta Da Costa yang berbeda.

Di tempat lain, dari penelusuran Kabar Timur, ditemukan pada buku induk SMA Negeri 2 Ambon, Suket yang dikeluarkan pihak sekolah, Aleta terdaftar sebagai siswi pada tahun 1975 dengan tanggal lahir 1 April 1959.

Selain kedua tanggal lahir ada tanggal lain juga. Pada daftar lahir para pegawai bank ditemukan dia lahir 24 Juli 1957.

“Itu berarti Aleta Da Costa punya tiga tanggal lahir. Bank Maluk harus jelaskan, mana yang benar. Kalau ikut data yang di SMA, ibu Aleta harus pensiun, 56 tahun. Kalau ikut data capil, itu artinya Bank dibohongi, masak bank dibohongi? lalu tindakan bank-nya apa?” kata Maurits Latumeten saat mengawal SP Bank Maluku di sidang Komisi Informasi Daerah Maluku terkait tiga tanggal lahir Aleta beberapa waktu lalu. (KTA)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB