Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Hujan deras se­jak Selasa (29/5) dini hari men­da­tangkan bencana di sejumlah kawa­san di Kota Ambon.

Akibat tingginya curah hu­jan dan angin kencang, sebuah po­hon tumbang di kawasan Tan­tui, dan banjir di Ahuru, Kecamatan Sirimau. Bencana ter­parah terjadi di kecamatan Ba­guala diterpa musibah long­sor dan banjir merendam ka­wa­san Waiheru. Tidak ada kor­ban jiwa namun sejumlah pemukiman warga terendam banjir.  

Banjir menggenangi ruas jalan Laksda Leo Wattimena tepatnya di Samping SMK Negeri 3 Ambon, Desa Waiheru, kemarin. Akibatnya, lokasi yang menjadi langganan banjir ketika hujan deras itu nyaris lumpuh. Kemacetan lalu lintas tak terelakan lebih satu kilometer dari dan menuju Waiheru. Musibah banjir setinggi betis kaki orang dewasa itu terjadi akibat meluapnya air dari gorong-gorong di kawasan tersebut.

Malik, salah satu warga Desa Waiheru mengatakan keberadaan gorong-gorong di sisi jalan Leo Wattimena sudah tidak layak. Banjir kerap terjadi, namun Pemerintah Kota Ambon terkesan cuek dengan masalah tersebut.

“Kita lihat saja hari ini. Kendaraan bermotor macet akibat  ruas jalan penuh dengan ranting kayu dan pohon kiriman dari gorong-gorong yang tidak berfungsi dengan baik. Pemda Kota Ambon hanya bisa janji akan perbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada perbaikan,” keluh Malik kepada Kabar Timur di lokasi banjir, kemarin.

Tidak berfungsinya gorong-gorong itu juga sudah disuarakan warga Waiheru ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Provinsi Maluku dengan tembusan ke pemkot Ambon tahun 2015 lalu. Tetapi aspirasi warga tidak kunjung direspon.

Beberapa bulan lalu, surat warga direspon oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tetapi Kementerian PUPR menyatakan jika kondisi gorong-gorong di kawasan itu masih stabil dan bisa digunakan. Akibatnya sampai detik ini gorong-gorong tak juga dibenahi. Dampaknya saat hujan deras air gorong-gorong meluap hingga merendam jalan raya dan pemukiman warga.

Bahkan, jika banjir terjadi proses belajar mengajar di SMK Negeri 3 terganggu karena sekolah terpaksa diliburkan. “Bagaimana mau belajar kalau ruangan kelas penuh dengan air dan lumpur. Mereka (siswa dan guru) masuk sekolah pun hanya untuk membersihkan ruangan kelas,” ujarnya.

Malik berharap Pemkot Ambon segera memperbaiki gorong-gorong di Desa Waiheru sehingga ketika musim hujan tiba, air tidak lagi meluap. “Kami harap Pemkot Ambon bisa melihat masalah ini. Dinas terkait juga harus bisa turun langsung ke lapangan sehingga bisa bersama-sama TNI/Polri membantu warga membersihkan lokasi banjir,” harap Malik. (MG3)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB