Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Perseturuan antara Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae dan Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw, akhirnya membuat anggota dewan gerah. Mereka mendesak Badan Kehormatan (BK), segera bergerak mengadili Huwae dan RR.

Menurut mereka, aksi saling lapor polisi  antara Huwae dan RR, ikut memperburuk citra lembaga politik itu ditengah masyarakat. “Kami mendesak BK agar segera bergerak. BK jangan diam saja. Aksi saling lapor pimpinan sudah mencederai lembaga ini,’’kata sejumlah anggota DPRD Maluku, ketika interupsi pada sidang paripurna dengan agenda buka tutup masa sidang, Senin (28/5).

Salah satu anggota DPRD Maluku, Darul Kutni Tuhepaly  mengatakan, persoalan pimpinan dewan, membuat masyarakat bertanya-tanya. “Maaf kalau rakyat justifikasi kita di DPRD Maluku ini terjadi korupsi. Ini yang harus dijawab dan direspon dewan,’’tegasnya.

Dia berharap, BK begerak cepat menyelesaikan persoalan Huwae dan RR.  Dia kuatir jika kisruh pimpinan dewan tidak selesaikan akan memperburuk kinerja DPRD. “BK mesti selesaikan. Masyarakat menanyakan persoalan ini kepada kita. Ini yang harus disikapi pimpinan dewan. Nama harum lembaga ini harus dijaga,’’ingatnya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Maluku, Markus Pentury berharap, BK sedianya menjalankan tugas dan fungsinya setelah kisruh Huwae dan RR mencuat ke publik . Apalagi, ingat dia, hasil rapat pimpinan fraksi telah menyepakati konflik Huwae dan RR dibawah ke BK. “BK harus selesaikan persoalan internal. Masih banyak agenda kedepan. Persoalan ini harus disikapi secara arif dan bijaksana,’’ingatnya.

Anggota DPRD Maluku, Fredy Rahakbauw menegaskan,  BK selama ini impoten  sehingga berbagai persoalan di dewan tidak diselesaikan secara baik. “BK selama ini tidur sono. Mana nyali BK selesaikan persoalan di lembaga ini. Jangan pandai menutup persoalan. Mari kita buka-bukaan,’’tegasnya.

Akibatnya, ingat politisi Golkar dari daerah pemilihan Malra, Tual, dan Aru itu, masyarakat sering menyoroti lembaga politikini. ‘’Kita disebut terhormat tapi dimana kehormatan kita. Kita punya tanggungjawab moral jaga institusi yang terhormat ini,’’imbuhnya.

Ketua Komisi C DPRD Maluku, Anos Jermias mengatakan, masyarakat saat ini menanti bukti kerja nyata dari lembaga politik. Dia berharap, berbagai persoalan yang terjadi diinternal dewan mesti diselesiakan secara baik.

Anos mencontohkan, disiplin atau kehadiran wakil rakyat juga sering disoroti.  ‘’Memang kami baru dilantik. Tapi pandangan kami banyak kegiatan dewan tidak maksimal karena ketidakhadiran anggota dewan. BK selepas rapat paripurna ini seegera mengambil langkah-langkah cepat,’’ingatnya.

Anggota lainnya, Saodah Tethol menyebut, kisruh antara Huwae dan RR, bukan baru saja terjadi, tapi sudah dua kali bersiteru “Ini bukan sekali saja. Sudah dua kali mereka berkonflik. Mereka seperti anak kecil. BK mesti menjalankan tugasnya selesaikan secara baik. Mereka harus dipanggil,’’desaknya.

Ketua Komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans mengatakan, kisruh dua pimpinan dewan merupakan kejadian luar biasa. Dia mengingatkan, dewan tidak main-main dengan persoalan Huwae dan RR. “Ini persoalan ketua dan wakil ketua. Kita mesti sikapi di paripurna ini,’’kata Frans.

Politisi Demokrat dari daerah pemilihan MTB-MBD ini  kemudian  menyarankan, BK difasilitasi dengan jubah mengadili Huwae dan RR. “Ini agar kelihatanya terhormat. Ini bukan lelucon. Kita ini lalai. Jangan malu hati. BK betul-betul jalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Ini ulah mereka sehingga jadi pembicaraan ditengah masyarakat,’’kesalnya.

Wakil Ketua BK DPRD Maluku, Turaya Samal menjawab berbagai keresahan sejumlah anggota dewan terkait kisruh Huwae dan RR. Dia mengaku,  konflik atau kisruh dua pimpinan dewan bukan kerja biasa. “Kasih waktu kepada kami mempelajari kasus ini. Kami akan selesaikan secepatnya,’’kata Samal.

Wakil ketua DPRD Maluku, Mudzakir Assagaff mengatakan, pernyataan dan dorongan para anggota dewan akan direspon. “Ini bentuk rasa tanggungjawab kita semua. Ini dinamika dan persoalan kita semua. Saya berharap, setelah rapat paripurna BK segera menggelar rapat,’’ingat Assagaff ketika memimpin rapat paripurna itu.

Dikatakan,  kisruh dua pimpinan dewan, telah dsikapi dalam rapat pimpinan fraksi beberapa waktu lalu. Dia mengaku, aksi saling lapor antara Huwae dan RR di kepolisian mesti segera diselesaikan. “Kami putuskan untuk menugaskan BK dalam satu  pekan kedepan menyikapi persoalan ini. Setidaknya, dalam satu pekan ini BK sudah keluarkan putusan,’ingat Assgaff.
(KTM)

BERITA LAINNYA

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB