Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Komisi Pemilihan Umum, Rabu hari ini melakukan penghitungan ulang dan perbaikan dukungan pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath. Ini setelah Bawaslu memutuskan menghitung ulang dukungan pasangan dengan jargon HEBAT.

Atas dasar itu, pihak HEBAT optimis   pasangan yang dijagokan  lewat jalur perseorangan itu diikutkan dalam tahapan Pilgub Maluku.’’ Kita tetap otimis, makanya kita lakukan sanggahan di Bawaslu. Dan Bawaslu perintahkan  lakukan penghitungan ulang dan perbaikan. Itu hasil musyawarah dengan Bawaslu,’’kata ketua tim pemenangan HEBAT, Marcel Palijama  ketika dihubungi Kabar Timur, tadi malam. 

Dia berharap, setelah dilakukan penghitungan ulang dan perbaikan, KPU menyertakan HEBAT untuk mengikuti tahapan selanjutnya.’’Setelah penghitungan ulang masih ada tahapan verifikasi faktual di KPU. Kita optimis HEBAT ikut pentahapan di KPU hingga menjadi peserta Pilgub,’’harapnya.

Apalagi, Palijama menegaskan, berdasarkan SILON 2 KWK, yang dimasukan pihaknya 26 November 2017 lalu, HEBAT  memasukan dukungan EKTP sebanyak 165. 510. ‘’B2KWK seperti itu. Dalam penghitungan sof copy,  KPU katakan dukungan cuma 99 ribu. Dengan demikian kita merasa ada kekeliruan. Kita kemudian lakukan sanggahan di Bawaslu. Hasil ptusan Bawaslu 16 Desember 2017 lalu, perintahkan KPU lakukan penghitungan ulang dan perbaikan,’’tandasnya.

Karenanya, tabah dia, berdasarkan keputusan Bawaslu, KPU telah mengundang pihaknya bersma Bawaslu melakukan penghitungan ulang dan perbaikan. Itu tugas KPU, berdasarkan amar putusan Bawaslu,’’tegasnya. 

Ketua KPU Maluku Syamsul Rifan Kubangun ketika dihubungi tadi malam, terkait kesiapan pihaknya melakukan penghitungan dan perbaikan dukungan HEBAT, tidak menanggapi panggilan kabar Timur.

Kendati begitu, sebelumnya dia mengaku, Bawaslu telah mengabulkan seluruh gugatan HEBAT, bukan sebagian. Putusan Bawaslu yang membatalkan berita acara KPU nomor 467/BH/81/Prov/IX/2017 tertanggal 27 November 2017 itu dinilai bertentangan dengan Peraturan Bawaslu. “(putusan itu) Berkaitan dengan legal standing, tidak mengacu pada Peraturan Bawaslu tapi mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 yang berkaitan dengan hak konstitusional,” tegas dia.

Berikut putusan Bawaslu yang meminta bukan memerintahkan KPU Maluku. “Keputusan itu biasanya memerintahkan tapi ini meminta KPU melakukan penghitungan ulang (syarat dukungan calon perseorangan),” ujarnya.

Meski begitu, lembaga penyelenggara Pemilu ini telah menggelar rapat pleno menindaklanjuti putusan Bawaslu tersebut. Terkait amar putusan Bawaslu yang memberikan kesempatan (3 hari kerja), kepada HEBAT untuk memperbaiki dokumen syarat dukungan calon perseorangan, KPU menegaskan hal itu melanggar Peraturan KPU berkaitan dengan tahapan dan jadwal pilkada serentak tahun 2018. Menyikapi itu, KPU Maluku akan berkonsultasi dengan KPU Pusat di Jakarta. “KPU (Pusat) sebagai regulator karena ini berkaitan dengan jadwal Pilkada serentak. Problemnya disitu, maka itu kita akan berkonsultasi sebelum menjalankan amar putusan Bawaslu,” jelas Kubangun.

Sesuai putusan Bawaslu, KPU akan memutuskan “nasib” HEBAT di Pilkada Maluku pada Rabu 20 Desember 2017. “Kita memutuskan hari Rabu setelah berkonsultasi dengan KPU Pusat,” ujarnya. (KTM/KTS)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB